Klik Donk ===>
Tampilkan postingan dengan label KULIAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KULIAH. Tampilkan semua postingan

Template Blog One Piece Free Download New March 2013




Hai sobat Irfan Syah Putra kali ini saya mau kasih template One Piece ni..

Langsung aja ya templatenya :D

kalo fiturnya bisa dilihat sendiri yah..
kalo mau atur menunya, tambahkan kode ini di add gadget, nomer 3 dari atas

<div id='KADEXANAMenu'>
<div id='KADEXANAMenu-left'>
<ul>
<li><a href='/'><img alt='Home' src='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGDzjo9AI54tiDjTtIbc_RJbe5_76u6rKRNjNjjAUUUXKctBQEhI8sf0VfdEnx7rFqazs-X02zeRZPCa0dhLy_SEIECcpjbAfChWCkkhSHqZD4Q4mSU4PHTgRxE9nQHop7vF2ggx9NfyF8/s1600/icon-home.png' title='Home'/></a></li>
<li><a class='menuganteng' href='http://altecdz.blogspot.com/search/label/Games?max-results=3'>GAMES</a></li>
<li><a class='menuganteng' href='http://altecdz.blogspot.com/search/label/Tips%20N%20Tricks?max-results=3'>TIPS N TRICKS</a></li>
<li><a class='menuganteng' href='http://altecdz.blogspot.com/search/label/About%20Anime?max-results=3'>ANIME</a></li>
</ul>
</div>

</div>

oke deh,sekian dulu...



Read More ->>

Catatanku


Saat mata terpejam..
Saat hati tertutup...
Dan saat ke alpha.n terjadi..
Saat itulah aku mulai ragu..
Ragu pada ketulusanmu..
Ragu pada semua kebodohanmu..
Ragu pada semua tentangmu....
Bodohku, kau mengerti aku tapi....aku tidak!
Tegamu, kau membiarkan aku,
Untuk percaya pada semua tipu dayamu....
Terima kasih telah memberiku pelajaran..
Bahwa aku harus berhati" pada siapapun....
Termasuk kamu..........TEMANN!!!!!
                                    by. key
Read More ->>

AEC(Asean Economic Comunity)

AEC(Asean Economic Comunity) adalah satu komunitas yg dibentuk oleh ASEAN dri  3 komunitas...diantaranya adalah Komunitas Keamanan ASEAN dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN dan disini saya akan membahas tentang Komunitas Ekonomi Asean.


AEC(Asean Economic Comunity)


Kerjasama ekonomi ASEAN dimulai dengan disahkannya Deklarasi Bangkok tahun 1967 yang bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan pengembangan budaya. Dalam perkembangannya, kerjasama ekonomi ASEAN mengarah kepada pembentukan Komunitas Ekonomi ASEAN yang pelaksanaannya berjalan relatif lebih cepat dibandingkan dengan kerjasama di bidang politik-keamanan dan sosial budaya.

KTT ke- 9 ASEAN di Bali tahun 2003 menghasilkan Bali Concord II yang menegaskan bahwa Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC –Asean Economic Community) akan diarahkan kepada pembentukan sebuah integrasi ekonomi kawasan. Pembentukan biaya transaksi perdagangan, memperbaiki fasilitas perdagangan dan bisnis, serta meningkatkan daya saing sektor UKM. Disamping itu, pembentukan AEC juga akan memberikankemudahan dan peningkatan akses pasar intra- ASEAN serta meningkatkan transparansi dan mempercepat penyesuaian peraturan- peraturan dan standardisasi domestik.

Pembentukan Komunitas Ekonomi Asean akan memberikan peluang bagi negara – negara anggota ASEAN untuk memperluas cakupan skala ekonomi, mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial ekonomi, meningkatkan daya tarik sebagai tujuan bagi investor dan wisatawan, mengurangi biaya transaksi perdagangan dan memperbaiki fasilitas perdagangan dan bisnis. Disamping itu, pembentukan Komunitas Ekonomi Asean juga akan memberikan kemudahan dan peningkatan akses pasar intra-ASEAN serta meningkatkan transparansi dan mempercepat penyesuaian peraturan- peraturan dan standardisasi domestik.
      Dan saya mendapat berita yaitu :
Pemerintah mulai menyosialisasikan program, target, dan rencana yang akan dilakukan menjelang implementasi komunitas ekonomi ASEAN yakni ASEAN Economic Community (AEC) pada 2015.
Adapun kepemimpinan Indonesia sebagai Ketua ASEAN tahun 2011 dinilai menjadi penentu keberhasilan memanfaatkan peluang dan potensi AEC pada 2015.
"Tidak ada jaminan bahwa dengan sosialisasi sekarang maka Indonesia tidak akan hanya  menjadi pasar dalam implementasi AEC 2015. Untuk itu, sebagai Ketua ASEAN, Indonesia harus memastikan totalitas kepemimpinannya. Mengupayakan hal-hal yang dikhawatirkan jangan sampai terjadi," kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Suryo Bambang Sulisto, di Jakarta, Selasa (11/1/2011).
Maka dari itu, kata dia, Kadin akan melakukan koordinasi dengan para asosiasi dan semua sektor swasta. Hal itu, lanjut dia, dilakukan guna mengidentifikasikan semua persoalan dan tantangan yang dihadapi oleh industri nasional.
"Kita akan membahas upaya-upaya peningkatan daya saing yang merupakan tanggung jawab pemerintah dan sektor usaha. Karena itu, perlu kerja sama yang erat. Di satu sisi, kita mengharapkan pemerintah memikirkan suku bunga, kebijakan fiskal, dan moneter untuk daya saing industri nasional," ujar Suryo.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan hal senada. "Berbicara soal daya saing dan identifikasi potensi, harus ada kerjasama yang lebih baik antara swasta dengan pemerintah. Akan dilakukan pertemuan intensif, membahas bagaimana mengatasi persoalan-persoalan daya saing. Semua berpulang pada koordinasi yang diketuai oleh Menko Perekonomian," jelas Mari.
Menurut Mari, sepanjang 2011, pemerintah dan pengusaha akan fokus pada beberapa hal, di antaranya adalah penyelesaian implementasi, ratifikasi, blueprint, dan score card.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan, Indonesia harus mempersiapkan diri menuju AEC 2015. Menurutnya, pemerintah perlu untuk melakukan sosialisasi. Namun, lanjut dia, pemerintah juga perlu mengkomunikasikan pencapaian yang diraih oleh negara-negara ASEAN lainnya.
"Sejak awal perlu berhati-hati. Kita harus tahu kelemahan dan potensi kita, juga negara ASEAN lainnya. Dan, kalau memang kita tidak siap untuk bidang tertentu, harus berani mengakui dan meminta ditunda," kata Sofjan.
Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat Usman optimistis, Indonesia mampu menikmati dampak positif dari AEC 2015.
Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, AEC merupakan kesepakatan dari 10 negara-negara Asean menuju kondisi penyamaan sistem, aturan dan ekonomi.  "Kita fokus jangan sampai diberlakukan tidak fair," kata Hidayat.
itulah sekilas tentang AEC.........

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Wawasan_2020_ASEAN              http://economy.okezone.com/read/2011/01/11/20/412899/asean-economic-community-mulai-disosialisasikan 
Read More ->>

Penerapan WANUS dalam KAMPUS


Implementasi atau penerapan wawasan nusantara harus tercermin pada pola pikir, pola sikap, dan pola tindak yangsenantiasa mendahulukan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi atau kelompok. Dengan kata lain, wawasan nusantara menjadi pola yang mendasari cara berpikir, bersikap, dan bertindak dalam rangka menghadapi berbagai masalah menyangkut kehidupan bermayarakat, berbangsa dan bernegara. Implementasi wawasan nusantara senantiasa berorientasi pada kepentingan rakyat dan wilayah tanah air secara utuh dan menyeluruh .Di dalam dunia perkuliahan wawasan nusantara dapat tercermin sebagai :
1. Wawasan Nusantara sebagai Pancaran Falsafah Pancasila

Falsafah Pancasila diyakini sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia yang sesuai dengan aspirasinya. Dengan demikian wawasan nusantara menjadi pedoman bagi upaya mewujudkan kesatuan aspek kehidupan nasional untuk menjamin kesatuan, persatuan dan keutuhan bangsa, serta upaya untuk mewujudkan ketertiban dan perdamaian dunia. Dan di dalam Kampus perlu a adanya pengembangan pengetahuan serta realisasi yang seutuhnya terhadap arti pancasila itu sendiri.
2. Wawasan Nusantara dalam Pembangunan Nasional

1.       sebagai Satu Kesatuan Politik
Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan politik akan menciptakan iklim penyelenggaraan negara yang sehat dan dinamis. Seperti halnya dalam pemilihan Presiden BEM Universitas maupun Fakultas yang dipilih secara langsung oleh mahasiswa dengan asas LUBER JURDIL.
2.       sebagai Satu Kesatuan Ekonomi
Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan ekonomi akan menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata. Dalam Perkuliahan diwujudkan dalam kegiatan PKM-K.
3.       Sebagai Satu Kesatuan Sosial Budaya
Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan sosial budaya akan menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui segala bentuk perbedaan sebagai kenyataan hidup sekaligus karunia Tuhan. Dengan tidak membeda-bedakan anatara suku,ras dan golongan dalam perkuliahan maka akan mewujudkan kesatuan sosial budaya.


Read More ->>

Pengesahan Bender Aceh


Pengesahan Bender Aceh

Pemberlakukan qanun (Perda) tentang bendera dan lambang Aceh mirip bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang disahkan DPR Aceh 22 Maret 2013 lalu terus menuai kontroversi. Bendera Aceh itu bergambar bulan bintang dengan garis hitam putih di bagian bawah dan atas yang terlukis di atas sehelai kain berwarna merah tua.
Pengesahan bendera tersebut sangat menuai kontroversi sekali, trutama di kalangan masyarakat yang tidak tau asal muasal pengesahan bendera tersebut. Menurut Priyo seorang politisi dari partai Golkar "Pada waktu itu diusulkan berbagai hal yg sangat bagus termasuk ide bendera kerajaan jaman Aceh berjaya seperti Kesultanan Iskandar Muda dan lain-lain. Pada waktu itu mendapatkan pandangan positif dari tokoh-tokoh Aceh. Saya tidak tahu gimana proses selanjutnya hingga dimasukkan kedalam qonun,". Ada yang berpendapat bahwa qanun merupakan produk politik yang dihasilkan berdasarkan pembahasan dan persetujuan bersama antara DPRA dan Gubernur Aceh. Proses produk legislasi sarat dengan kepentingan dan dominasi politik. Maka, wajar saja jika berbagai Qanun Aceh (Legislasi Aceh) dan juga semua kebijakan Aceh tidak lepas dari kepentingan-kepentingan politik partai berkuasa. Keputusan itu memang sangat kontroversi, jadi tidak heran jika banyak sekali perdebatan di antara masyarakat.



Read More ->>

Tutorial Myob Part !







Menangani Transaksi Akuntansi dengan
Program Aplikasi MYOB ver. 18


1.1. Membuat Data Perusahaan pada MYOB Langkah – langkah yang harus dilakukan :
1.      Klik tombol start
2.      Pilih all program> Myob Accounting 18+ > Myob Accounting 18+
3.      Didalam kotak dialog yang terbuka terdapat 5 tombol akses
a.       Open, untukmembuka data Myob yang telah ada
b.      Create, untuk membuat data perusahaan baru
c.       Explore, untuk menampilkan data contoh yang telah disediakan
d.      What’s New, untuk menampilkan file.html yang terhubung dengan internet, yang berisi berita terbaru dalam versi 18 ini
e.       Exit, untuk mengakhiri program Myob
4.      klik tombol create, klik next
5.      Masukkan data perusahaan.  Setelah itu klik next
Note:  UEN=ijin usaha                       GST=NPWP
6.      Masukkan informasi akuntansi, dan klik next bila sudah selesai.
Note:  current financial year= periode akuntansi untuk entri data transaksi  last month of financial year= akhir periode pencatatan keuangan           conversion month= bulan awal periode pencatatan keuangan     number of accounting period= jumlah bulan periode akuntansi
7.      Setelah melakukan konfirmasi bahwa tahun keuangan anda sudah benar, klik next.
8.      Pilih cara untuk pembuatan daftar rekening, apakah akan memakai daftar rekening yang sudah disediakan MYOB, mengimpor dari tempat lain atau membuat sendiri. Kita pilih memakai daftar rekening dari MYOB (opsi pertama). Lalu klik next
9.      Isikan retail pada industry classification dan computer dealer pada business type. Kemudian klik Next. 
10.  Atur folder dimana anda akan meletakkan file MYOB yang sedang Anda buat saat ini. Jika sudah klik next
11.  Selanjutnya akan tampil informasi proses telah selesai. Lalu klik Setup Assistance. Akan muncul jendela Easy Setup Assistant.

1.2. Mengakhiri Program Myob Accounting V 18              Untuk mengakhiri anda ikuti langkah sebagai berikut:
1.      Klik file>Exit
2.      Kotak dialog konfirmasi untuk membackup file, klik tombol no

1.3. Membuka File
1.      Buka program Myob Accounting V 18
2.      Pada kotak informasi klik tombol open  
3.      Pada bagian look ini pilih drive di mana file disimpan 4. Pilih file dokumen dan klik tombol open
5. Selanjutnya file akan tampil.

1.4. Membuat daftar rekening
Agar menghemat waktu, editlah nama perkiraan yang memiliki nomor akun yang sama dengan daftar akun di kertas fotokopian. Baru kemudian mengedit nama perkiraan yang lain yang masih berada pada kelompok yang sama (contoh: kelompok assets, liability, equity, income, cost of sales, dll). Setelah semua akun yang diperlukan sudah selesai di-entry, hapuslah akun-akun yang tidak terpakai. Ingat, tidak semua akun dapat dihapus. Jadi jika ada akun yang tidak bisa dihapus, biarkanlah. 

Level akun bisa diganti dengan mengklik pada akun yang akan diganti levelnya, kemudian pilih up (untuk menurunkan angka levelnya, contoh dari level 2 menjadi level 1) atau down (untuk menaikkan angka levelnya, contoh dari level 2 menjadi level 3).

Beberapa akun tercetak tebal (bold), ini berarti akun tersebut adalah akun yang memiliki sub akun (anggota) dibawahnya. Akun tercetak tebal juga mengindikasikan bahwa akun tersebut tidak bisa diisikan saldo awalnya. Agar bisa diisikan saldo awalnya, akun tersebut harus dimodifikasi dengan melakukan double klik pada akun yang dimaksud. Lalu, gantilah dari header account menjadi detail account. Kemudian klik ok.

a. Mengganti/mengedit Nama Perkiraan 1. Pilih nama perkiraan yang akan diganti namanya
2.      Klik Edit di bagian bawah jendela account list
3.      Ganti nomor perkiraan 
4.      Ganti nama perkiraan
5.      Klik OK
b. Membuat Nama Perkiraan
1.      Klik New di bagian bawah jendela account list
2.      Isikan nomor perkiraan, klik enter
3.      Isikan nama perkiraan
4.      Klik OK
c. Menghapus Perkiraan
1.      Double klik salah satu nama parkiraan dari account list yang akan dihapus
2.      Klik Edit pada menu di bagian atas pada MYOB, pilih delete 3. Untuk menghapus nama perkiraan lain ikuti langkah diatas. 
untuk lebih jelasnya silahkan klik DISINI..........
Read More ->>

Akuntansi Biaya Bab 2

BAB II
AKUNTANSI BIAYA BAHAN BAKU

A. PENGERTIAN BAHAN BAKU
Bahan (material) adalah barang yang akan diproses/ diolah menjadi produk selesai atau barang yang akan merupakan bagian dari produk selesai. Bahan yang dipakai dalam produksi dapat digolongkan menjadi bahan baku ( direct material ) dan bahan penolong ( indirect material ).
Bahan baku merupakan bahan yang akan diolah menjadi bagian utama (menyeluruh ) produk selesai dan pemakaiannya dapat diidentifikasikan / diikuti jejaknya atau merupakan bagian integral pada produk tertentu.
Bahan penolong adalah bahan yang akan diolah menjadi bagian produk selesai tetapi pemakaiannya tidak dapat diikuti jejaknya pada produk selesai tertentu atau nilainya relatif kecil.

B. PENENTUAN HARGA POKOK BAHAN BAKU YANG DIBELI
Yang termasuk harga pokok bahan yang dibeli meliputi harga faktur ditambah dengan biaya-biaya lain yang terjadi dalam rangka perolehan bahan baik yang berhubungan dengan biaya pemesanan ( ordering cost ), biaya penyimpanan ( carrying cost ) sampai dengan bahan siap dipakai di dalam kegiatan produksi, dikurangi dengan potongan pembelian, rabat maupun subsidi langsung atas pembelian. Penambah harga faktur yang membentuk harga perolehan bahan, misalnya bea impor, pajak pembelian bahan, asuransi bahan, biaya angkutan dan lain-lain yang terjadisampai dengan bahan siap dipakai dalam kegiatan produksi perusahaan.
Beberapa perlakuan terhadap elemen – elemen yang berhubungan dengan pemilikan / perolehan bahan :


1. Potongan pembelian bahan
Potongan pembelian bahan akan mengurangi harga faktur bahan yang dibeli, cara pencatatan potongan pembelian bahan yang dapat dipakai adalah :
hutang dicatat jumlah bersihnya
contoh : PT “Ahmadan” pada tanggal 2 Januari 200X membeli 150 kg bahan baku A dengan harga faktur Rp. 5.000,00 per kg, syarat pembayaran 2/10, n/30.
Pada saat pembelian ( 2- 01- 200X ) akan dibuat jurnal sebagai berikut :
Persediaan bahan baku Rp. 735.000,00
Hutang dagang Rp. 735.000,00
Perhitungan :
Jumlah bersih dari hutang dagang atas pembelian bahan baku adalah =
( 150 x Rp. 5.000,00 ) – 2 % ( 150 x Rp. 5.000,00 ) = Rp. 735.000,00
Jika pada tanggal 10 Januari 200X hutang dagang tersebut dibayar, maka juranl pembayarannya adalah :
Hutang dagang Rp. 735.000,00
Kas Rp. 735.000,00
Tetapi jika pelunasannya dilakukan pada tanggal 31 Januari 200X, sudah tidak dalam masa potongan, maka potongan tunai yang gagal dimanfaatkan akan diakui sebagai rugi. Jurnal yang dibuat pada tanggal 31 – 01 – 200X adalah :
Hutang dagang Rp. 735.000,00
Rugi- kegagalan potongan tunai
Pembelian Rp. 15.000,00
Kas Rp. 750.000,00

b. Hutang dicatat jumlah kotornya
Contoh : PT “Ahmadan” seperti tersebut diatas, maka jurnal pembeliannya adalah sebagai berikut :

Persediaan bahan baku Rp. 735.000,00
Cadangan potongan tunai pembelian Rp. 15.000,00
Hutang dagang Rp. 750.000,00
Jika pada tanggal 10 Januari 200X, hutang dagang tersebut dilunasi maka jurnal pelunasannya adalah :
Hutang dagang Rp. 750.000,00
Cadangan potongan tunai pembelian Rp. 15.000,00
Kas Rp. 735.000,00
Tetapi jika pelunasannya sudah di luar masa potongan, misalnya tanggal 31 Januari 200X, maka jurnal pelunasannya adalah :
Hutang dagang Rp. 750.000,00
Rugi- kegagalan potongan tunai
Pembelian Rp. 15.000,00
Cadangan potongan tunai pembelian Rp. 15.000,00
Kas Rp. 750.000,00

Potongan tunai diperlakukan sebagai pengurang biaya overhead pabrik
Dalam metode ini, pada saat pembelian bahan dicatat sebesar harga fakturnya.
Contoh : PT “Ahmadan” seperti tersebut di atas, maka jurnal untuk mencatat pembelian adalah sebagai berikut :
Persediaan bahan baku Rp. 750.000,00
Hutang dagang Rp. 750.000,00
Jika hutang dibayarkan pada masa potongan maka jurnal yang dibuat untuk mencatat pelunasannya adalah :
Hutang dagang Rp. 750.000,00
BOP Sesungguhnya Rp. 15.000,00
Kas Rp. 735.000.00
Tetapi jika hutang dagang dilunasi di luar masa potongan maka jurnal yang akan dibuat adalah :
Hutang dagang Rp. 750.000,00
Kas Rp. 750.000,00

Potongan tunai pembelian diperlakukan sebagai penghasilan di luar usaha
Dalam metode ini, pada saat pembelian bahan baku dicatat sebesar harga fakturnya.
Contoh : PT “Ahmadan” seperti tersebut di atas, maka jurnal pembelian yang akan dibuat adlah sebagai berikut :
Persediaan bahan baku Rp. 750.000,00
Hutang dagang Rp. 750.000,00
Jika pelunasannya dalam masa potongan, maka potongan tunai yang diterima akan diakui sebagai penghasilan di luar usaha. Jurnal pelunasannya adalah sebagai berikut :
Hutang dagang Rp. 750.000,00
Penghasilan di luar usaha Rp. 15.000,00
Kas Rp. 735.000,00

2. Biaya angkutan bahan
Perlakuan biaya angkutan bahan antara lain :
a. biaya angkutan bahan menambah harga pokok bahan yang dibeli
Dasar alokasi yang sering digunakan untuk membebankan biaya angkutan bahan kepada masing-masing jenis bahan yang dibeli adalah sebagai berikut :
1) perbandingan harga faktur bahan yang dibeli
Contoh : PT”Firdaus” membeli dengan kredit bahan yang terdiri atas bahan baku “A” 4.500 unit @ Rp. 1.250,00, berat per unit 2,5 kg, bahan baku “B” 2.500 unit @ Rp. 1.400,00, berat per unit 4 kg dan bahanpenolong “C” 2.500 unit @ Rp. 100,00 dengan berat per unit 1 kg. Atas pembelian tersebut dibayar biaya angku bahan Rp. 80.000,00.
Maka perhitungan harga perolehan dan jurnal pembelian bahannya sebagai berikut :




Perhitungan
Alokasi biaya angkutan :
- bahan baku “A” = {5.625.000 x 100 % } x Rp. 80.000,00 = Rp. 48.000,00
9.375.000
- bahan baku “B” = {3.500.000 x 100%} x Rp. 80.000,00 = Rp. 29.867,00
9.375.000
- bahan penolong “C” = {250.000 x 100 % } x Rp. 80.000,00 = Rp. 2.133,00
9.375.000
Jurnal untuk mencatat pembelian adalah sebagai berikut :
Persediaan bahan baku Rp. 9.202.867
Persediaan bahan penolong Rp. 252.133
Hutang dagang Rp. 9.375.000,00
Kas Rp. 80.000,00

2). Perbandingan kuantitas fisik bahan
Contoh : PT “Firdaus” seperti tersebut diatas, biaya angkutan dialokasikan berdasarkan perbandingan kuantitas fisik bahan ( berat bahan) yang dibeli :
Perhitungan :
Alokasi biaya angkutan bahan sebagai berikut :
- bahan baku “A’ = { 11.250 x 100% } x Rp. 80.000,00 = Rp. 37.895,00
23.750
- bahan baku “B” ={ 10.000 x 100% } x Rp. 80.000,00 = Rp. 33. 684,00
23.750
- bahan penolong “C” ={ 2.500 x 100% } x Rp. 80.000,00 = Rp. 8.421,00
23.750
Jurnal untuk mencatat pembelian, sebagai berikut :
Persediaan bahan baku Rp. 9.196.579
Persediaan bahan penolong Rp. 258.421
Hutang dagang Rp. 9.375.000,00
Kas Rp. 80.000,00

Biaya angkutan dibebankan ke dalam elemen harga perolehan bahan atas dasar tarif angkutan yang ditentukan di muka.
Rumus :
Tarif biaya angkutan = budget biaya angkutan bahan
Bahan dasar pembebanan biaya angkutan bahan

Contoh :
Budget biaya angkutan bahan PT” SA Empat” untuk tahun 200X adalah sebesar Rp. 4.000.000,00. Dasar pembebanannya adalah berat bahan dengan budget 2.500.000 kg. Jika pada tahun 200X pembelian sesungguhnya terdiri atas bahan baku Rp. 45.000.000,00 dengan berat 2.000.000 kg dan bahan penolong sebesar Rp. 5.000.000,00 dengan berat 400.000 kg. Biaya angkut yang sesungguhnya dibayarkan dengan kas adalah Rp 3.900.000,00 maka :
Tarif biaya angkutan = Rp.4.000.000 = Rp. 1,6 / kg
Bahan 2.500.000
Jurnal untuk mencatat pembelian bahan adlah sebagai berikut :
Persediaan bahan baku Rp. 45.000.000,00
Persediaan bahan penolong Rp. 5.000.000,00
Hutang dagang Rp. 50.000.000,00
Jurnal untuk mencatat pembebanan biaya angkutan ke dalam harga perolehan bahan adalah sebagai berikut :
Persediaan bahan baku Rp. 3.200.000,00
Persediaan bahan penolong Rp. 640.000,00
Biaya angkutan bahan Rp. 3.840.000,00
Perhitungan :
Pembebanan biaya angkutan bahan ke dalam harga perolehan :
- bahan baku = Rp. 1,6 / kg x 2.000.000 kg = Rp. 3.200.000,00
- bahan penolong = Rp. 1,6 / kg x 400.000 kg = Rp. 640.000,00
Jurnal untuk mencatat biaya angkutan bahan yang sesungguhnya adalah sebagai berikut :
Biaya angkutan bahan Rp. 3.900.000,00
Kas Rp. 3.900.000,00
Perlakuan adanya selisih antara biaya angkutan berdasarkan tarif dan biaya angkutan bahan yang sesungguhnya dibayarkan, jika selisihnya besar harus dialokasikan ke dalam persediaan bahan baku, persediaan bahan penolong, persediaan produk dalam proses, persediaan produk selesai dan harga pokok penjualan. Tetapi jika selisihnya kecil akan diperlakukan sebagai elemen laba rugi melalui rekening harga pokok penjualan. Dari contoh diatas, jurnal untuk membebankan selisih biaya angkutan bahan adalah sebagai berikut :
Harga pokok penjualan Rp. 60.000,00
Biaya angkutan bahan Rp. 60.000,00

C. PERHITUNGAN HARGA POKOK BAHAN BAKU YANG DIPAKAI
Tujuan penentuan harga pokok bahan yang dipakai adalah untuk :
1. untuk penentuan harga pokok bahan yang dipakai, harga pokok persediaan bahan dengan lebih teliti dan tepat yang akan mempengaruhi kewajaran laporan keuangan.
2. untuk tujuan pengendalian atau pengawasan atas bahan.
Faktor yang menentukan harga pokok bahan yang dipakai adalah sebagai berikut :
1. metode akuntansi persediaan, yang terdiri atas :
a. metode persediaan fisik (physical inventory method ).
Langkah-langkah dalam pencatatan persediaan dengan metode persediaan fisik adalah sebagai berikut :
* jurnal untuk mencatat pembelian bahan :
Pembelian bahan Rp. Xx
Hutang dagang Rp. XX
* jurnal untuk mencatat pengembalian pembelian bahan
Hutang dagang Rp, XX
Pembelian bahan Rp. XX
* jurnal untuk mencatat potongan pembelian
Hutang dagang Rp. XX
Potongan pembelian Rp. XX
Kas Rp. XX
* pada saat pemakaian bahan tidak perlu dibuatkan jurnal, tetapi akan dicatat sekaligus pada akhir periode
* pada akhir periode akan diadakan prhitungan fisik persediaan untuk menentukan harga pokok persediaan bahan akhir periode dan harga pokok bahan yang dipakai, sebagai berikut :

Persediaan bahan awal periode Rp. XX
Pembelian bahan Rp. XX
Pengembalian pembelian bahan Rp. XX
Potongan pembelian bahan Rp. XX
Rp. XX
Jumlah pembelian bersih Rp. XX
Harga perolehan bahan siap pakai Rp. XX
Persediaan bahan akhir periode Rp. XX
Harga pokok bahan yang dipakai Rp. XX

* Jurnal untuk mencatat pemakaian bahan adalah sebagai berikut :
Barang Dalam Proses-Biaya Bahan Rp. XX
Persediaan Bahan ( akhir peiode ) XX
Potongan Pembelian XX
Pengembalian Pembelian Bahan XX

Pembelian Bahan Rp. XX
Persediaan bahan ( awal periode ) XX

b. Metode Persediaan Abadi ( propetual )
Metode persediaan abadi/ propetual adalah metode akuntansi persediaan yang terus menerus mengikuti mutasi/ perubahan di dalam persediaan.
Langkah-langkah pencatatan metode persediaan propetual, sebagai berikut:
* jurnal untuk mencatat pembelian
Persediaan Bahan Baku Rp. XX
Persediaan Bahan Penolong XX
Hutang dagang/ Kas Rp. XX
* jurnal untuk mencatat pengembalian pembelian bahan
Hutang dagang/ Kas Rp. XX
Persediaan Bahan Baku Rp. XX
Persediaan bahan penolong XX
* jurnal untuk mencatat pemakaian bahan
Barang Dalam Proses-Biaya Bahan Baku Rp. XX
Biaya Overhead pabrik sesungguhnya XX
Persediaan Bahan Baku Rp. XX
Persediaan Bahan Penolong XX
* Pada akhir periode diadakan perhitungan fisik persediaan sebagai pengawasan fisik persediaan apakah sesuai dengan jumlah yang terdapat pada kartu persediaan bahan

2. Metode Aliran Harga Pokok Bahan
a. Metode Identifikasi Khusus ( Special Identification Method )
Merupakan metode penentuan aliran harga pokok bahan yang dipakai sesuai dengan aliran fisik bahan
Kebaikan metode identifikasi khusus :
- Harga pokok bahan dapat ditentukan dengan teliti
- Tepat untuk perusahaan yang berproduksi berdasarkan pesanan
Kelemahan metode ini adlah kurang praktis, terutama dalam hal :
- pengaturan persediaan di gudang
- perlu waktu cukup lama dan administrasi yang rumit.
Contoh :
PT “SA Empat” mempunyai data yang berhubungan dengan persediaan bahan baku untuk bulan Januari 200X sebagai berikut :
Persediaan awal 200 unit @ Rp. 1.000,00
Pembelian
10 – 1 - 200X 400 unit @ Rp. 1.200,00
20 – 1- 200X 500 unit @ Rp. 900,00
30 – 1 – 200X 100 unit @ Rp. 1.100,00
Pemakaian
15 – 1 – 200X 500 unit 100 unit berasal dari persediaan awal dan 400 unit berasal dari pembelian tanggal 10 – 1 – 200X
25 – 1 – 200X 300 unit 100 unit berasal dari persediaan awal dan 200 unit berasal dari pembelian tanggal 20 – 1 – 200X
Maka perhitungan harga pokok bahan baku yang dipakai dan yang masih merupakan persediaan pada tanggal 31 – 1 – 200X sesuai dengan aliran fisik persediaan adalah sebagai berikut :
Metode Persediaan Fisik
Persediaan awal = 200 unit x Rp. 1.000,00 Rp. 200.000,00
Pembelian Bahan :
10 – 1 – 200X = 400 unit x Rp. 1.200,00 = Rp. 480.000,00
20 – 1 – 200X = 500 unit x Rp. 900,00 = Rp. 450.000,00
30 – 1 – 200X = 100 unit x Rp. 1.100,00 = Rp. 110.000,00
1.000 unit Rp. 1.040.000,00
1.200 unit Rp. 1.240.000,00
Pemakaian :
15 – 1 – 200X = 100 unit x Rp. 1.000,00 = Rp. 100.000,00
400 unit x Rp. 1.200,00 = Rp. 480.000,00
25 – 1 – 200X = 100 unit x Rp. 1.000,00 = Rp. 100.000,00
200 unit x Rp. 900,00 = Rp. 180.000,00
800 unit Rp. 860.000,00
Harga pokok
Persediaan akhir 400 unit Rp. 380.000,00

sumber : http://azmifitriati.blogspot.com/2010/03/akuntansi-biaya-bab-ii.html
Read More ->>

Akuntansi Biaya Bab 1

BAB I
AKUNTANSI BIAYA DAN
PENGERTIAN BIAYA


A. PENGERTIAN AKUNTANSI BIAYA
Akuntansi secara garis besar dapat dibagi menjadi dua tipe, yaitu akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Akuntansi keuangan merupakan proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian dari suatu transaksi keuangan suatu badan usaha dengan cara yang sistematis, serta penafsiran terhadap laporan keuangan yang dihasilkan. Tujuan akuntansi keuangan adalah sebagai alat bantu untuk menjalankn fungsi manajemen, sebagai alat komunikasi dan pertanggungjawaban manajemen kepada berbagai pihak yang memerlukan laporan keuangan sesuai dengan kepentingannya masing-masing. Laporan keuangan yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan terutama digunakan oleh manajemen puncak dan pihak ekstern perusahaan.
Keterbatasan akuntansi keuangan bagi manajemen terutama untuk perusahaan manufaktur adalah :
1. dalam penentuan harga pokok produksi berbagai jenis produk / jasa yang dihasilkan yang dihasilkan perusahaan, oleh akuntansi kaeuangan hanya dapat diperoleh data total biaya produksi, tidak ada perincian biaya setiap jenis produk / jasa tersebut.
2. dalam penyusunan perencanaan dan pengendalian biaya , akuntansi keuangan tidak dapat menyusun perencanaan dan pengendalian biaya secara teliti dan tepat.
3. dalam pengambilan keputusan yang berhubungan dengan biaya, akuntansi keuangan hanya bisa memprediksi transaksi keuangan perusahaan yang bersumber dari data keuangan historis seingga kurang relevan untuk pengambilan keputusan untuk masa yang akan datang.
Akuntansi manajemen merupakan jenis akuntansi yang mengidentifikasikan, mengumpulkan, mengukur, mengklasifikasikan dan melaporkan informasi keuangan yang berguna bagi manajemen dalam perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan.
Akuntansi biaya merupakan bagian dari kedua tipe akuntansi tersebut diatas. Akuntansi biaya merupakan alat manajemen dalam memonitor dan erekam transakasi biaya secara sistematis serta menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya.
Pada awalnya akuntansi biaya ditujuakan untuk penentuan harga pokok produk/ jasa yang dihasilkan suatu perusahaan, terutama pada perusahaan manufaktur. Akan tetapi dengan semakin pentingnya biaya non produksi ( biaya komersial, yaitu biaya adminstrasi umum dan biaya pemasaran ) akuntnasi biaya saat ini ditujukan untuk menyajikan informasi biaya bagi manajemen baik biaya produksi maupun biaya non produksi ( komersial).
Tujuan atau manfaat akuntansi biaya adalah menyediakan informasi yang diperlukan manajemen dalam mengelola perusahaan. Informasi biaya ini diperlukan oleh manajemen dalam :
1. perencanaan dan pengendalian biaya
2. penentuan harga pokok produk / jasa yang dihasilkan perusahaan
3. pengambilan keputusan yang berhubungan dengan biaya.

B. PENGERTIAN BIAYA
Pengertian biaya secara luas adalah suatu pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan mata uang yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. Sedangkan dalam pengertian sempit, biaya adalah harga perolehan yang dikorbankan/ digunakan dalam rangka memperoleh penghasilan (revenues) dan akan dipakai sebagai pengurang penghasilan.
Biaya dapat digolongkan atas dasar tujuan yang hendak dicapai dalam penggolongan tersebut atau dikenal dengan istilah different costs for different purposes. Beberapa cara penggolongan yang sering dilakukan adalah :
1. penggolongan biaya sesuai dengan fungsi pokok dari kegiatan perusahaan
Dalam perusahaan manufaktur, fungsi pokok dari kegiatan perusahaan adalah fungsi produksi, fungsi pemasaran, fungsi administrasi umum dan fungsi keuangan. Oleh karena itu biaya dapat dikelompokkan menjadi :
a. biaya produksi yaitu semua biaya yang berhubungan dengan fungsi produksi / kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk selesai. Biaya produksi terdiri atas :
- Biaya bahan baku yaitu harga perolehan bahan baku yang dipakai dalam produksi
- Biaya tenga kerja langsung yaitu balas jasa yang diberikan kepada karyawan pabrik yang manfaatnya dapat diidentifikasikan / diikuti jejaknya pada produk tertentu yang dihasilkan oleh perusahaan.
- Biaya overhead pabrik adalah biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Elemen biaya overhead pabrik diantaranya adalah biaya bahan penolong, biaya tenaga kerja tidak langsung, biaya penyusutan dan amortisasi aktiva tetap pabrik, biaya reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap pabrik, biaya listrik dan air, biaya asuransi pabrik dan lain-lain.
b. Biaya pemasaran, adalah biaya yang terjadi dalam rangka memasarkan produk selesai sampai dengan pengumpulan piutang menjadi kas. Yang termasuk biaya pemasaran adalah biaya promosi, biaya angkut dari gudang perusahaan ke gudang pembeli, gaji karyawan pemasaran, biaya sample/ contoh, biaya penagihan, biaya kerugian piutang dan lain-lain.
c. Biaya administrasi dan umum adalah biaya yang berhubungan dengan fungsi administrasi umum, seperti : biaya gaji pimpinan, biaya personalia, biaya pemeriksaan akuntansi , biaya fotocopy dan lain-lain.
Jumlah biaya pemasaran dan administrasi umum sering disebut dengan istilah biaya komersial.
d. Biaya keuangan adalah semua biaya yang terjadi dalam melaksanakan fungsi keuangan perusahaan, seperti biaya bunga dan lain-lain.

2. Pengolongan biaya sesuai dengan sesuatu yang dibiayai
a. Biaya langsung ( direct cost )
adalah biaya yang terjadinya/ manfaatnya dapat diidentifikasikan kepada obyek / sesuatu yang dibiayai. Biaya produksi langsung terdiri atas biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
b. Biaya tidak langsung ( indirect cost )
adalah biaya yang terjadinya / manfaatnya tidak dapat diidentifikasikan kepada obyek tertentu yang dibiayai atau biaya yang manfaatnya dinikmati oleh beberapa obyek. Biaya produksi tidak langsung adalah biaya overhead pabrik ( factory overhead cost ).

3. Penggolongan biaya sesuai dengan tendensi perubahannya terhadap aktivitas/ volume kegiatan perusahaan
a. Biaya tetap ( fixed cost )adalah biaya yang mempunyai karakterisitk :
- Biaya yang jumlah totalnya tetap konstan tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan atau aktivitas sampai dengan tingkatan tertentu.
- Biaya per unit (unit cost) berubah berbanding terbalik dengan perubahan volume kegiatan.
Contoh biaya tetap : gaji direktur, biaya penyusutan, biaya asuransi dan lain-lain.
b. Biaya variabel (variable cost ) adalah biaya yang mempunyai karakteristik
- jumlah totalnya berubah secara sebanding dengan perubahan volume kegiatan.
- biaya per unitnya tetap konstan, tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan perusahaan.
Contoh biaya variabel adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung.
c. Biaya semivariabel adalah biaya yang mempunyai karakteristik :
- biaya yang jumlah totalnya berubah sesuai dengan perubahan volume kegiatan tetapi tidak sebanding.
- biaya per unitnya berubah secara terbalik dengan perubahan volume kegiatan tetapi tidak sebanding.
Biaya semivariabel mengandung unsur biaya tetap dan biaya variabel. Dengan menggunakan metode tertentu, biaya semivariabel ini dapat dipisahkan antara biaya tetap dan biaya variabelnya.

4. Penggolongan biaya sesuai dengan periode akuntansi pembebanan biaya
a. pengeluaran modal ( capital expenditure ) adalah pengeluaran yang akan dapat memberi manfaat untuk beberapa periode akuntnasi. Biasanya berupa pengeluaran dalam rangka perolehan aktiva.
b. pengeluaran penghasilan adalah pengeluaran yang akan memberikan manfaat hanya pada periode akuntansi dimana pengeluaran itu terjadi.

5. Penggolongan biaya sesuai dengan tujuan pengambilan keputusan
a. biaya relevan ( relevant cost ) adalah biaya yang akan memepengaruhi pengambilan keputusan. Oleh karena itu biaya tersebut harus diperhitungkan dalam pengambilan keputusan.
b. biaya tidak relevan adalah biaya yang tidak mempengaruhi pengambilan keputusan. Oleh karena iu biaya ini tidak perlu diperhitungkan dalam pengambialn keputusan.
Contoh pengambilan keputusan manajemen antara lain : membeli atau memproduksi sendiri bagian suatu produk, menerima atau menlak pesanan khusus, mengganti atau tetap memakai mesin lama, penentuan harga jual dan lain-lain.
LATIHAN SOAL
1. Informasi berikut ini berkaitan dengan biaya produksi dari PT “Qonitat”
Biaya bahan baku Rp. 25.000.000,00
Biaya bahan penolong 5.000.000,00
Biaya tenaga kerja langsung 30.000.000,00
Biaya tenaga kerja tidak langsung 4.000.000,00
Biaya overhead pabrik ( selain biaya bahan penolong dan
Biaya tenaga kerja tidak langsung ) 15.000.000,00
Dari data tersebut diatas, hitunglah :
a. biaya prima
biaya prima = biaya bahan baku + biaya tenaga kerja langsung
= Rp. 25.000.000,00 + Rp. 30.000.000,00
= Rp. 55.000.000,00
b. biaya konversi
biaya konversi = biaya tenaga kerja langsung + biayaoverhead pabrik
= Rp. 30.000.000,00 + ( Rp. 5.000.000,00 + Rp. 4.000.000,00 + Rp. 15.000.000,00 )
= Rp. 54.000.000,00
c. biaya produksi
biaya produksi = biaya bahan baku + biaya tenaga kerja langsung + biaya overhead pabrik
= Rp. 25.000.000,00 + Rp. 30.000.000,00 + Rp. 24.000.000,00
= Rp. 79.000.000,00

2. PT “ Musthofa” merupakam sebuah perusahaan yang memproduksi barang- barang dari perak. Berikut ini adalah informasi biaya dan produksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 200X :
- pemakain bahan Rp. 82.000.000,00. Dari jumlah tersebut Rp. 78.000.000,00 merupakan pemakaian bahan baku.
- biaya tenaga kerja pabrik Rp. 71.500.000,00. Dari jumlah tersebut Rp. 12.000.000,00 merupakan biaya tenaga kerja tidak langsung
- biaya overhead pabrik untuk depresisi gedung pabrik Rp. 50.000.000,00
- biaya penjualan dan administrasi Rp. 62.700.000,00
- produk selesai sebanyak 20.000 unit
- penjualan 15.000 unit
- tidak ada persediaan barang dalam proses awal maupun akhir periode.
Dari data-data tersebut diatas, hitunglah :
a. biaya prima
b. biaya konversi
c. biaya produksi
d. biaya periodik/ biaya komersial
e. biaya produksi langsung
f. biaya produksi tidak langsung
g. harga pokok penjualan.

sumber : http://azmifitriati.blogspot.com/2010/03/akuntasi-biaya-bab-1.html
Read More ->>

Download Myob 18 Full Version Free




Download Myob 18 Full Version Free


buat yang belajar account,bank,sales dll perlu mencobanya....
Windows version: Accounts (General Ledger), Banking, Sales, Inventory, Purchases, Card File (AR/AP)
Klik DOWNLOAD DISINI, untuk mengunduh aplikasi MYOB Accounting versi 18. Selesai melakukan download, silahkan install aplikasi tersebut. Selanjutnya anda bisa meng-eksplore sample data. User ID : Administrator, Password = kosong (tanpa password). Anda juga bisa membuat data baru dengan limitasi 30 hari sejak tanggal file tersebut dibuat. User ID = Administrator dan pasword = ko
song (tanpa password). Silahkan dicoba..Windows Compatible
Read More ->>

Metode Penyusutan aktiva tetap



Jenis-jenis metode penyusutan aktiva tetap
Aktiva tetap mempunyai nilai yang semakin berkurang dari suatu  periode ke periode berikutnya, misalnya usahawan membeli sebuah mesin untuk operasional usahanya dengan harga Rp 10.000.000 setelah lima tahun ke depan nilai mesin tersebut bukan Rp 10.000.000 lagi tetapi nilainya sudah semakin rendah misalnya menjadi Rp 6000.000.
Dengan demikian nilai aktiva tetap akan menjadi turun apabila sudah dipakai atau digunakan dalam periode tertentu, Namun ada aktiva tetap yang nilainya tidak akan turun melainkan akan semakin tinggi nilainya yaitu aktiva tetap tanah. Aktiva tetap dalam bentuk sebidang tanah nilainya akan semakin tinggi seiring dengan pertambahan waktu.
Nilai aktiva tetap akan menjadi berkurang karena adanya pemakaian aktiva tetap tersebut sehingga dalam akuntansi dikenal adanya penyusutan aktiva tetap. Penyusutan atau depresiasi adalah pengalokasian harga perolehan dari suatu aktiva tetap karena adanya penurunan nilai aktiva tetap tersebut. Untuk mengetahui besarnya penyusutan atau depresiasi dari suatu aktiva tetap dikenal beberapa metode antara lain metode garis lurus, metode jumah angka tahun, metode menurun berganda, metode satuan jam kerja, dan metode satuan hasil produksi.
Agar lebih memahami metode penyusutan aktiva tetap tersebut terlebih dahulu perlu diketahui istilah-istilah penting berikut ini:
a. Harga perolehan adalah harga barang ditambah biaya-biaya yang menyertainya
b. Harga Buku aktiva tetap adalah harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan aktiva tetap
c. Nilai residu adalah perkiraan nilai aktiva tetap setelah digunakan sesuai umur ekonomis, niali residu disebut juga nilai sisa
d. Umur ekonomis adalah perkiraan usia barang atau batas waktu penggunaan barang
Setelah mengetahui makna istilah di atas simaklah pembahasan Jenis-jenismetode penyusutan aktiva tetap berikut ini:

Metode Penyusutan aktiva tetap garis lurus

Metode garis lurus atau disebut juga straight line method adalah suatu metode penyusutan aktiva tetap dimana beban penyusutan akiva tetap per tahunnya sama hingga ahir umur ekonomis aktiva tetap tersebut.
Rumus  penyusutan aktiva tetap metode garis lurus
Penyusutan = Harga Perolehan-Nilai Residu
                              Umur Ekonomis
atau dengan cara lain berikut ini:
a) mencari tarif penyusutan tiap tahun
   Tarif Penyusutan = 100% : umur ekonomis
b) Mencari beban penyusutan tiap tahun
   Beban Penyusutan = Tarif penyusutan x (Harga perolehan-Nilai Residu)
c) Mencari Nilai Buku Aktiva tetap
   Harga Buku Aktiva Tetap= Harga Perolehan- Akumulasi Penyusutan

Metode Penyusutan aktiva tetap menurun ganda

Metode menurun ganda disebut juga metode Double Declining Balance Methode, menurut metode ini maka penyusutan aktiva tetap ditentukan berdasarkan persentase tertentu yang dihitung dari harga buku pada tahun yang bersangkutan. Persentase penyusutan dapat dicari atau dihitung dengan mengalikan persentase penyusutan dengan metode garis lurus dengan angka 2 (dua). Dengan ungkapan lain persentase penyusutan besarnya 2x Persentase atau tarif penyusutan metode garis lurus.
Rumus  penyusutan aktiva tetap metode menurun ganda
Penyusutan = {2 x (100% : umur ekonomis)} x Harga buku aktiva tetap

Metode Penyusutan aktiva tetap Jumlah Angka Tahun

Metode Jumlah Angka Tahun disebut juga sum of the years digit method, Berdasarkan metode jumlah angka tahun besarnya penyusutan aktiva tetap tiap tahun jumlahnya semakin menurun.
Rumus metode penyusutan aktiva tetap metode Jumlah angka Tahun
Penyusutan = Sisa Umur Penggunaan x(Harga perolehan-nilai residu)
                         Jumlah Angka Tahun
Keterangan:
Sisa Umur Penggunaan = misalnya umur ekonomis 5 tahun, maka pada tahun pertama sisa umur penggunaan jumlahnya 5, tahun kedua 4 dan seterusnya.
Jumlah angka taun = misalnya umur ekonomis 5 tahun, maka jumlah angka tahun dihitung=> 1+2+3+4+5 = 15
Harga Buku aktiva tetap = harga perolehan - nilai residu

Metode Penyusutan Aktiva Tetap Satuan Jam Kerja

Metode satuan Jam Kerja atau disebut juga Service Hours Method, menurut metode ini beban Penyusutan Aktiva Tetap ditetapkan Berdasarkan jam kerja yang dapat dicapai dalam periode yang bersangkutan.
Rumus penyusutan aktiva tetap metode satuan jam kerja
Beban Penyusutan per tahun = Jam kerja yang dapat dicapai x Tarif penyusutan tiap jam
Tarif penyusutan per jam      = Harga Perolehan-nilai residu
                                              Jumlah total Jam Kerja penggunaan aktiva tetap

Metode Penyusutan aktiva tetap Satuan hasil Produksi

Metode satuan hasil produksi atau disebut Productive Output Method, Menurut metode ini beban penyusutan aktiva tetap ditetapkan berdasarkan jumlah satuan produk yang dihasilkan dalam periode yang bersangkutan.
Rumus penyusutan aktiva tetap metode satuan hasil produksi
Beban Penyusutan per tahun = Jumlah satuan produk yang dihasilkanxTarif penyusutan per produk
Tarif penyusutan per satuan produk = Harga perolehan-Nilai residu
                                                               Jumlah total produk yang dihasilkan

sumber:http://akuntansipendidik.blogspot.com/2013/02/metode-penyusutan-aktiva-tetap-dalam-akuntansi.html
Read More ->>

cara menentukan atau menghitung besarnya kerugian piutang


    
Piutang dagang
sekarang dalam postingan ini akan membahas tentangcara menentukan atau menghitung besarnya kerugian piutang yang dialami perusahaan, jadi ada keterkaitan yang tinggi antara postingan ini dengan postingan sebelumnya, disarankan kepada anda untuk membaca postingan ini dan postingan sebelumnya jika anda ingin memahami tentang proses perhitungan hingga pencatatan kerugian piutang ataupun penghapusan piutang secara komprehensif.

Metode Penentuan kerugian piutang

Penentuan kerugian piutang dapat dilakukan dengan menerapkam tiga metode yaitu sebagai berikut:

Penentuan taksiran kerugian piutang berdasarkan jumlah penjualan( pendekatan laba-rugi)

Kerugian piutng dihitung berdasarkan persentase tertentu dari penjualan. Mengingat bahwa timbulnya piutang disebabkan oleh penjualan kredit, maka sebaiknya kerugian piutang dihitung berdasarkan penjualan kredit. Tetapi pada praktiknya, dapat pula dihitung dari jumlah penjualan kredit maupun tunai (penjualan bersih). Jumlah taksiran kerugian piutang ditetapkan berdasarkan jumlah penjualan dikalikan persentase tertentu. Besarnya persentase ditetapkan dengan cara membandingkan kerugian piutang yang sebenarnya terjadi dengan total penjualan selama periode yang bersangkutan, kemudian diadakan modifikasi dengan mempertimbangkan kemungkinan di masa yang akan datang.

Contoh soal:
Pada buku besar PD Ingin jaya tanggal 31 desember 2011 terdapat akun sebagai berikut:
112      Piutang dagang                          saldo            Rp     250.000.000
112.1   Cadangan kerugian piutang,      saldo kredit  Rp      2.000.000
411      Penjualan                                   saldo             Rp 1.500.000.000

Taksiran kerugian piutang ditetapkan sebesar 0,5% dari total penjualan.Berapa taksiran kerugian piutang? dan bagaimana jurnal yang dibuat?

Pembahasan:
Berdasarkan data tersebut, besarnya taksiran kerugian piutang yaitu:
0,5% x 1.500.000.000 = 7.500.000
Jurnal yang dibuat tanggal 31 desember 2011 (jurnal penyesuaian) adalah sebagai berikut:
Beban Kerugian Piutang        7.500.000
    Cadangan Kerugian Piutang    7.500.000

Pada buku besar akun cadangan kerugian piutang, akan tampak seperti dibawah ini:
Buku besar cadangan kerugian piutang

Penentuan Taksiran kerugian piutang berdasarkan saldo piutang (Pendekatan Neraca)

Kerugian piutang dihitung berdasarkan saldo piutang dengan cara menyisihkan piutang tak tertagih/cadangan:
1. dinaikan sampai persentase tertentu dari saldo piutang
2. Ditambah dengan persentase tertentu dari saldo piutang
3. Dihitung berdasarkan analisis umur piutang

Metode cadangan digunakan apabila kerugian piutang yang biasa terjadi cukup besar jumlahnya. Hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan metode ini adalah sebagai berikut:

a) Kerugian piutang tak tertagih ditentukan jumlahnya melalui  taksiran dan dibandingkan ( matched) dengan penjualan pada periode akuntansi yang sama dan periode terjadinya penjualan.

b) Jumlah piutang yang ditaksir tidak akan dapat diterima, jika dicatat dengan mendebet rekening kerugian piutang dan mengkredit rekening cadangan kerugian piutang.

c) Kerugian piutang yang sesungguhnya terjadi dicatat dengan mendebet rekening cadangan kerugian piutang  dan mengkredit rekening piutang dagang  pada saat suatu piutang  dihapus dari pembukuan.

d) Jumlah taksiran kerugian piutang ditetapkan berdasarkan jumlah saldo piutang dagang ahir periode yang dikalikan dengan persentase tertentu tanpa memperhatikan periode terjadinya piutang.

e) Jumlah taksiran kerugian piutang ditetapkan berdasarkan jumlah saldo piutang dagang ahir periode yang dikalikan dengan persentase tertentu tanpa memperhatikan periode terjadinya piutang.

Contoh soal:
(Jika cadangan kerugian piutang bersaldo kredit)

Pada buku besar PD Latanza tanggal 31 Desember 2011, terdapat akun sebagai berikut:
112      Piutang dagang          250.000.000
112.1   Cadangan Kerugian piutang, saldo kredit   2000.000

Taksiran kerugian piutang ditetapkan sebesar 2% dari saldo piutang 31 desember 2011.
Berdasarkan data tersebut, besarnya cadangan kerugian piutang yaitu:
Taksiran kerugian piutang 2% x 250.000.000          =   5000.000
Saldo kredit akun cadangan kerugian piutang            =   2000.000 -
Kerugian piutang yang menjadi beban tahun 2011    =   3000.000

Jurnal yang dibuat pada tanggal 31 desember 2011 adalah:
Beban Kerugian Piutang        3000.000
      Cadangan Kerugian Piutang        3000.000

Buku besar akun cadangan kerugian piutangnya adalah sebagai berikut:
pempostingan cadangan kerugian piutang

Contoh soal:
(Jika cadangan kerugian piutang bersaldo debet)

Pada buku besar PD latanza tanggal 31 desember 2011, terdapat akun sebagai berikut:
112    Piutang dagang                  250.000.000
112.1   Cadangan Kerugian piutang, saldo debet     2000.000

Taksiran kerugian piutang ditetapkan sebesar 2% dari saldo piutang 31 desember 2011.
Berdasarkan data tersebut, besarnya cadangan kerugian piutang yaitu:

Taksiran kerugian piutang 2% x 250.000.000           = 5000.000
Saldo debet akun cadangan kerugian piutang              = 2000.000 +
Kerugian piutang yang menjadi beban tahun 2011     = 7.000.000

Jurnal yang dibuat pada tanggal 31 desember 2011 adalah:
Beban Kerugian Piutang        7000.000
      Cadangan Kerugian Piutang        7000.000

Buku besar akun cadangan kerugian piutangnya adalah sebagai berikut:
Proses pembukuan cadangan kerugian piutang

Penentuan taksiran Kerugian Piutang berdasarkan analisis umur piutang

Piutang dagang dikelompokan menjadi piutang yang belum jatuh tempo dan piutang yang telah jatuh  tempo. Piutang yang telah jatuh tempo dikelompokan lagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan lamanya tunggakan. Berdasarkan persentase taksiran kerugian piutang  ditetapkan berdasarkaniap usia tiap kelompok.

Contoh:
Pada Buku Besar PD Latanza tanggal 31 desember 2011, terdapat akun sebagai berikut:
112      Piutang dagang                              250.000.000
112.1   Cadangan Kerugian piutang            2000.000

Rincian Nama Debitur adalah sebagai berikut:
Toko mataram   Jumlah 61.000.000        Tanggal jatuh tempo  15 November 2011
Toko Thamrin    Jumlah 64.000.000        Tanggal Jatuh Tempo  10 Oktober 2011
Toko Damai        Jumlah 63.000.000        Tanggal jatuh tempo 25 Desember 2011
Toko Lancar       Jumlah 62.000.000        Tanggal Jatuh Tempo 4 Januari 2011

Persentase kerugian piutang ditetapkan sebagai berikut:
Kelompok Piutang                           Persentase kerugian
Belum Jatuh tempo                                  2%
Lewat Jatuh tempo 1-30 hari                 5%
Lewat Jatuh tempo 31-60 hari              10%
Lewat Jatuh tempo 61-90 hari              15%
Lewat Jatuh tempo > 90 hari                20%

Berdasarkan data tersebut dibuat analisis umur piutang sebagai berikut:


Cara analisis umur piutang


Berdasarkan analisis umur Piutang tersebut, kemudian dihitung beban kerugian piutang tahun 2011 sebagai berikut:
perhitungan kerugian piutang


Berdasarkan data tersebut, besarnya cadangan kerugian piutang yaitu:
Taksiran kerugian piutang              = 29.490.000
Cadangan Kerugian piutang            =  2.000.000-
Kerugian piutang yang menjadi beban tahun 2011  = 27.490.000

Jurnal yang dibuat pada tanggal 31 Desember 2011

Beban Kerugian Piutang        27.490.000
      Cadangan Kerugian Piutang        27.490.000

Buku besar akun cadangan kerugian piutangnya adalah sebagai berikut:
Akuntansi Kerugian piutang
sumber : http://akuntansipendidik.blogspot.com/2012/11/cara-menentukan-kerugian-piutang-dalam-akuntansi.html
  
Read More ->>